Acronis Cyber Protection: Satu Platform untuk Backup, Security, RMM, DLP, hingga GenAI Protection
Acronis Cyber Protection menghadirkan solusi perlindungan IT modern dalam satu platform: backup, antivirus, antimalware, anti-ransomware, patch management, EDR, XDR, MDR, DLP, disaster recovery, hingga GenAI Protection untuk mengamankan penggunaan AI generatif di perusahaan.

Kenapa Cyber Protection Makin Penting untuk Bisnis?
Serangan siber hari ini tidak lagi hanya berbentuk virus biasa. Perusahaan sekarang menghadapi ransomware, phishing, pencurian data, celah keamanan aplikasi, perangkat endpoint yang tidak ter-update, sampai risiko baru dari penggunaan aplikasi AI generatif seperti chatbot AI di lingkungan kerja.
Di sisi lain, tim IT sering menghadapi tantangan klasik: perangkat banyak, user tersebar, data berada di endpoint, server, Microsoft 365, Google Workspace, cloud, dan kadang belum semuanya termonitor dengan baik. Karena itu, pendekatan keamanan modern tidak cukup hanya mengandalkan antivirus. Perusahaan membutuhkan sistem yang mampu melindungi, memonitor, mendeteksi, merespons, dan memulihkan data dalam satu ekosistem.
Acronis Cyber Protect Cloud hadir sebagai solusi cyber protection dan RMM yang menggabungkan backup, endpoint security, antimalware, anti-ransomware, vulnerability assessment, patch management, EDR, XDR, MDR, DLP, email security, disaster recovery, hingga fitur baru seperti GenAI Protection. Acronis juga memposisikan GenAI Protection sebagai solusi yang terintegrasi secara native di platform Acronis untuk memberi visibilitas dan kontrol atas penggunaan AI, memblokir pembagian data sensitif, serta mendeteksi prompt berbahaya.
Struktur artikel ini mengikuti prinsip blog IT yang baik: pembukaan yang menjelaskan masalah, isi dengan subjudul, penjelasan teknis, manfaat, dan rekomendasi agar mudah dibaca oleh pembaca semi-teknis maupun profesional.
Apa Itu Acronis Cyber Protection?
Acronis Cyber Protection adalah platform perlindungan IT terpadu yang menggabungkan beberapa fungsi penting dalam satu console. Di dalamnya, perusahaan bisa mengelola perlindungan untuk berbagai workload seperti workstation, server, virtual machine, Microsoft 365, Google Workspace, hingga workload cloud.
Secara garis besar, Acronis Cyber Protection mencakup:
| Area Perlindungan | Fungsi Utama |
|---|---|
| Backup & Recovery | Melindungi data endpoint, server, cloud, dan aplikasi produktivitas |
| Cybersecurity | Antivirus, antimalware, anti-ransomware, URL filtering, threat detection |
| Endpoint Detection | EDR untuk mendeteksi dan merespons serangan endpoint |
| Extended Detection | XDR untuk visibilitas ancaman lintas endpoint, email, identity, dan network |
| Managed Security | MDR dengan dukungan SOC 24/7 |
| RMM | Monitoring, patch management, remote desktop, scripting, inventory |
| DLP | Mencegah kebocoran data sensitif |
| Email Security | Perlindungan email dari spam, malware, phishing, dan impersonation |
| GenAI Protection | Mengontrol penggunaan AI generatif dan mencegah data sensitif masuk ke aplikasi AI |
| Disaster Recovery | Pemulihan sistem saat terjadi gangguan besar atau bencana |
Dengan pendekatan ini, Acronis bukan hanya menjadi software backup, tetapi platform perlindungan operasional IT yang lebih lengkap.
1. Backup dan Recovery: Fondasi Perlindungan Data
Backup tetap menjadi fondasi utama dalam cyber protection. Tanpa backup yang baik, perusahaan akan kesulitan memulihkan data saat terkena ransomware, human error, kerusakan hardware, atau kegagalan sistem.
Acronis mendukung backup untuk berbagai jenis workload, termasuk endpoint, server, virtual machine, Microsoft 365, Google Workspace, dan cloud workload. Backup dapat diarahkan ke cloud storage, local storage, atau public cloud storage tertentu, tergantung konfigurasi dan kebutuhan bisnis.
Fitur penting pada sisi backup meliputi:
| Fitur | Manfaat untuk Bisnis |
|---|---|
| Image-based backup | Memudahkan pemulihan sistem secara menyeluruh |
| File-level recovery | Mengembalikan file tertentu tanpa restore seluruh sistem |
| Cloud backup | Data tetap aman walau perangkat lokal bermasalah |
| Local storage backup | Recovery lebih cepat untuk lingkungan on-premise |
| Archival storage | Cocok untuk data jangka panjang dan kebutuhan compliance |
| Immutable storage | Membantu melindungi backup dari perubahan tidak sah |
Untuk perusahaan yang memiliki banyak cabang, backup terpusat sangat membantu karena tim IT tidak perlu mengecek perangkat satu per satu secara manual.
2. Anti-Ransomware, Antivirus, dan Antimalware
Ancaman ransomware masih menjadi salah satu risiko terbesar untuk bisnis. Serangan ini dapat mengenkripsi file penting, menghentikan operasional, dan memaksa perusahaan membayar tebusan agar data dapat dipulihkan.
Acronis menyediakan perlindungan berlapis melalui antivirus, antimalware, anti-ransomware, URL filtering, dan real-time threat detection. Untuk kebutuhan keamanan yang lebih tinggi, Acronis juga menyediakan kemampuan EDR, XDR, dan MDR. Dokumentasi Acronis menyebutkan bahwa layanan keamanan lanjutannya mencakup Data Loss Prevention, XDR, MDR, Disaster Recovery, Direct Backup to Public Cloud, Security Awareness Training, Email Security, dan RMM.
Manfaat perlindungan ini antara lain:
| Kemampuan | Penjelasan |
|---|---|
| Antivirus | Mendeteksi dan memblokir malware umum |
| Antimalware | Melindungi endpoint dari software berbahaya |
| Anti-ransomware | Membantu mencegah enkripsi file oleh ransomware |
| URL filtering | Membatasi akses ke website berbahaya |
| Real-time protection | Proteksi aktif saat ancaman muncul |
| Threat detection | Mendeteksi aktivitas mencurigakan di endpoint |
Untuk perusahaan yang masih menggunakan antivirus tradisional, pendekatan ini jauh lebih relevan karena ancaman modern sering bergerak cepat dan tidak selalu terdeteksi oleh signature-based antivirus biasa.
3. Vulnerability Assessment dan Patch Management
Banyak serangan siber berhasil bukan karena hacker sangat canggih, tetapi karena sistem perusahaan belum di-update. Celah keamanan pada operating system, aplikasi, browser, atau software pihak ketiga dapat menjadi pintu masuk serangan.
Acronis menyediakan vulnerability assessment untuk membantu menemukan kelemahan pada perangkat. Setelah celah ditemukan, fitur patch management dapat membantu proses update agar perangkat tetap aman.
Contoh manfaatnya:
| Masalah Umum | Dampak | Solusi dengan Acronis |
|---|---|---|
| OS belum update | Risiko eksploitasi meningkat | Patch management terpusat |
| Software lama | Rentan terhadap celah keamanan | Vulnerability assessment |
| Banyak endpoint | Sulit dicek manual | Monitoring dan reporting |
| User remote | Tidak selalu terhubung ke kantor | RMM dan remote management |
Bagi perusahaan dengan banyak laptop user, tim sales, cabang, atau sistem hybrid work, fitur ini sangat penting karena endpoint tidak selalu berada dalam jaringan kantor.
4. RMM: Remote Monitoring and Management
RMM atau Remote Monitoring and Management membantu tim IT memantau dan mengelola perangkat dari jarak jauh. Dalam paket advanced management, Acronis mendukung fitur seperti vulnerability assessment, patch management, remote desktop, remote assistance, monitoring berbasis machine learning, software deployment, cyber scripting, software inventory, disk health monitoring, geolocation tracking, dan helpdesk chat.
Fitur RMM ini sangat berguna untuk perusahaan yang memiliki:
| Kondisi Perusahaan | Manfaat RMM |
|---|---|
| Banyak cabang | Monitoring perangkat lebih mudah |
| User kerja remote | Support bisa dilakukan jarak jauh |
| Tim IT terbatas | Operasional lebih efisien |
| Banyak laptop/PC | Inventory dan patching lebih terkontrol |
| Perangkat kritikal | Masalah bisa dideteksi lebih awal |
Dengan RMM, tim IT tidak hanya menunggu user melaporkan masalah. Sistem dapat membantu memberikan visibilitas lebih awal terhadap kondisi perangkat.
5. EDR: Endpoint Detection and Response
EDR adalah fitur keamanan untuk mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman pada endpoint. Jika antivirus fokus pada pencegahan dasar, EDR memberikan visibilitas lebih dalam terhadap aktivitas mencurigakan.
Misalnya, ketika ada proses mencurigakan yang mencoba mengenkripsi banyak file, melakukan privilege escalation, atau menjalankan script tidak dikenal, EDR dapat membantu tim IT memahami apa yang terjadi dan mengambil tindakan.
Manfaat EDR:
| Fungsi | Manfaat |
|---|---|
| Deteksi ancaman endpoint | Mengidentifikasi aktivitas mencurigakan |
| Analisis insiden | Membantu memahami jalur serangan |
| Response action | Mendukung tindakan mitigasi |
| Remediation | Membantu pemulihan endpoint |
| Integrasi backup | Recovery lebih cepat bila terjadi insiden |
EDR sangat cocok untuk perusahaan yang mulai membutuhkan perlindungan lebih serius, terutama jika sudah memiliki banyak endpoint, data sensitif, atau kewajiban compliance.
6. XDR: Visibilitas Ancaman yang Lebih Luas
XDR atau Extended Detection and Response memperluas deteksi ancaman tidak hanya dari endpoint, tetapi juga dari email, identity, dan network. Ini penting karena serangan modern biasanya tidak bergerak di satu titik saja.
Contohnya, serangan bisa dimulai dari email phishing, lalu user memasukkan kredensial, kemudian attacker masuk ke sistem, bergerak ke endpoint, dan mencoba mengakses data internal. Dengan XDR, korelasi antar-sumber ancaman menjadi lebih kuat.
Acronis menyediakan dokumentasi khusus untuk aktivasi dan konfigurasi XDR di Cyber Protect Cloud, termasuk integrasi dengan third-party platform.
Manfaat XDR:
| Area | Contoh Deteksi |
|---|---|
| Endpoint | Aktivitas malware atau ransomware |
| Phishing dan attachment berbahaya | |
| Identity | Login mencurigakan |
| Network | Aktivitas tidak normal |
| Cloud workload | Perilaku anomali pada workload |
Untuk organisasi yang ingin meningkatkan maturity keamanan, XDR menjadi langkah lanjutan setelah antivirus dan EDR.
7. MDR: Managed Detection and Response 24/7
Tidak semua perusahaan memiliki tim SOC internal. Padahal ancaman siber bisa terjadi kapan saja, termasuk malam hari, akhir pekan, atau hari libur. Di sinilah MDR menjadi penting.
MDR atau Managed Detection and Response adalah layanan deteksi dan respons ancaman yang dibantu oleh tim ahli keamanan. Acronis menyebut MDR sebagai bagian dari layanan keamanan lanjutan di Cyber Protect Cloud.
Manfaat MDR untuk bisnis:
| Tantangan | Dampak | Peran MDR |
|---|---|---|
| Tidak punya SOC internal | Ancaman terlambat ditangani | Monitoring oleh tim ahli |
| Alert terlalu banyak | Tim IT kewalahan | Prioritisasi insiden |
| Serangan di luar jam kerja | Risiko downtime tinggi | Deteksi dan respons 24/7 |
| Butuh expertise security | Sulit merekrut specialist | Didukung analis keamanan |
Untuk perusahaan menengah yang ingin meningkatkan keamanan tanpa membangun SOC sendiri dari nol, MDR dapat menjadi opsi yang lebih praktis.
8. Data Loss Prevention: Mencegah Kebocoran Data Sensitif
Data Loss Prevention atau DLP berfungsi mencegah kebocoran informasi sensitif dari workstation, server, dan virtual machine. Sistem ini dapat memeriksa konten data yang ditransfer melalui channel lokal maupun jaringan, lalu menerapkan policy berdasarkan klasifikasi data.
Contoh data yang perlu dilindungi:
| Jenis Data | Contoh |
|---|---|
| Data pribadi | NIK, alamat, nomor telepon, data pelanggan |
| Data kesehatan | PHI atau data medis |
| Data finansial | Rekening, invoice, laporan keuangan |
| Data internal | Kontrak, dokumen legal, strategi bisnis |
| Data kredensial | Password, API key, token akses |
DLP penting karena kebocoran data tidak selalu berasal dari hacker. Kadang data bocor karena user tidak sengaja mengunggah file ke aplikasi yang tidak aman, mengirim dokumen ke email pribadi, atau menyalin data ke media eksternal.
9. GenAI Protection: Mengamankan Penggunaan AI Generatif
Ini salah satu fitur yang sangat relevan dengan kondisi bisnis saat ini. Banyak karyawan sudah menggunakan AI generatif untuk membantu pekerjaan, seperti membuat email, meringkas dokumen, membuat kode, menyusun proposal, atau menganalisis data.
Masalahnya, penggunaan AI generatif sering terjadi tanpa kontrol resmi dari perusahaan. User bisa saja memasukkan data pelanggan, informasi internal, kontrak, source code, atau data rahasia ke aplikasi AI publik. Risiko ini disebut sebagai shadow AI.
Acronis GenAI Protection dirancang untuk memberikan visibilitas dan kontrol terhadap penggunaan aplikasi AI generatif. Menurut Acronis, fitur ini membantu memonitor penggunaan GenAI, memblokir pembagian data sensitif, dan mendeteksi prompt berbahaya.
Release notes Acronis Cyber Protect Cloud 26.02 juga menjelaskan tiga kemampuan penting GenAI Protection: usage monitoring untuk menemukan aplikasi AI generatif yang digunakan, data loss prevention untuk memeriksa prompt yang mengandung data sensitif seperti PII dan PHI, serta prompt injection protection untuk mendeteksi dan memblokir prompt yang berpotensi memanipulasi perilaku model AI.
Fitur Utama GenAI Protection
| Fitur | Penjelasan |
|---|---|
| Usage monitoring | Melihat aplikasi AI generatif apa saja yang digunakan di lingkungan perusahaan |
| Visibility dashboard | Memberi gambaran tren penggunaan AI oleh user atau endpoint |
| Real-time DLP | Mencegah data sensitif dikirim melalui prompt atau file |
| Prompt inspection | Memeriksa isi prompt sebelum data keluar |
| Prompt injection protection | Memblokir prompt berbahaya yang mencoba memanipulasi sistem AI |
| Policy enforcement | Membantu perusahaan menerapkan aturan penggunaan AI |
| Endpoint-based control | Mengamankan penggunaan AI dari perangkat kerja |
10. Email Security untuk Microsoft 365 dan Google Workspace
Email masih menjadi salah satu jalur serangan paling umum. Phishing, malware attachment, spam, business email compromise, dan impersonation attack sering masuk melalui email.
Acronis menyediakan perlindungan real-time dan multilayer untuk Microsoft 365 dan Google Workspace, termasuk antimalware, antispam, anti-phishing, impersonation safeguard, analisis berbasis AI, dan dukungan incident response.
Fitur ini penting karena banyak perusahaan sudah menggunakan Microsoft 365 atau Google Workspace sebagai pusat komunikasi dan kolaborasi. Jika email tidak terlindungi dengan baik, user bisa menjadi titik lemah utama dalam keamanan perusahaan.
11. Security Awareness Training dan Phishing Simulation
Teknologi keamanan yang bagus tetap membutuhkan user yang sadar risiko. Banyak serangan berhasil karena user mengklik link phishing, membuka attachment berbahaya, atau memasukkan password di halaman palsu.
Acronis menyediakan security awareness training dan phishing simulation untuk membantu user mengenali ancaman. Tujuannya bukan menyalahkan user, tetapi membangun budaya keamanan yang lebih baik.
Manfaatnya:
| Program | Manfaat |
|---|---|
| Security awareness training | Melatih user mengenali ancaman |
| Phishing simulation | Menguji kesiapan user terhadap email palsu |
| Reporting | Melihat tingkat risiko user |
| Continuous education | Meningkatkan awareness secara berkala |
Untuk perusahaan yang ingin memperkuat keamanan dari sisi manusia, fitur ini sangat relevan.
12. Disaster Recovery: Menjaga Bisnis Tetap Berjalan
Disaster recovery adalah kemampuan untuk memulihkan sistem saat terjadi gangguan besar. Gangguan bisa berasal dari ransomware, kerusakan server, bencana fisik, kegagalan storage, atau kesalahan konfigurasi.
Dengan disaster recovery, perusahaan tidak hanya memiliki backup, tetapi juga rencana pemulihan agar sistem bisa kembali berjalan dengan downtime minimal.
Disaster recovery cocok untuk sistem kritikal seperti:
| Sistem | Risiko Jika Down |
|---|---|
| ERP | Operasional bisnis terganggu |
| File server | Dokumen kerja tidak bisa diakses |
| Database | Transaksi berhenti |
| Komunikasi terhambat | |
| Aplikasi produksi | Layanan pelanggan terganggu |
Untuk bisnis yang bergantung pada sistem digital, disaster recovery bukan lagi fitur tambahan, tetapi kebutuhan operasional.
Model Billing Acronis: Fleksibel Sesuai Kebutuhan
Acronis menyediakan beberapa model licensing atau billing untuk service provider. Acronis menjelaskan bahwa Cyber Protect Cloud memiliki tiga model pricing/licensing, termasuk solution-based licensing, berdasarkan jumlah workload, atau berdasarkan total storage yang digunakan.
Dalam konteks yang Anda tampilkan, terdapat tiga pendekatan utama:
| Billing Mode | Cocok Untuk | Penjelasan |
|---|---|---|
| Solution-based per workload | Perusahaan yang ingin paket siap pakai | Layanan dibundling dalam package tertentu |
| Service-based per workload | Perusahaan yang butuh fleksibilitas fitur per perangkat | Billing berdasarkan jumlah workload terlindungi |
| Service-based per gigabyte | Perusahaan yang fokus pada konsumsi storage | Billing berdasarkan kapasitas storage yang digunakan |
Pendekatan ini membantu perusahaan memilih model yang sesuai, baik untuk kebutuhan endpoint protection, backup server, workload cloud, maupun perlindungan Microsoft 365 dan Google Workspace.
Siapa yang Cocok Menggunakan Acronis Cyber Protection?
Acronis Cyber Protection cocok untuk berbagai skala bisnis, terutama perusahaan yang ingin menggabungkan backup, security, dan monitoring dalam satu platform.
| Tipe Perusahaan | Kebutuhan yang Cocok |
|---|---|
| Perusahaan multi-cabang | Monitoring dan backup terpusat |
| Perusahaan dengan banyak laptop | Endpoint protection dan RMM |
| Perusahaan pengguna Microsoft 365 | Backup, email security, security posture |
| Perusahaan pengguna Google Workspace | Backup dan collaboration protection |
| Perusahaan dengan data sensitif | DLP dan GenAI Protection |
| Perusahaan tanpa SOC internal | MDR dan managed security |
| Perusahaan dengan sistem kritikal | Disaster recovery dan immutable backup |
Kenapa Implementasi Perlu Didampingi Partner IT?
Acronis memiliki banyak fitur. Namun, agar hasilnya optimal, perusahaan perlu melakukan desain konfigurasi yang tepat. Salah konfigurasi bisa membuat backup tidak sesuai kebutuhan, policy DLP terlalu longgar, alert security terlalu banyak, atau penggunaan storage menjadi tidak efisien.
Hal yang perlu dirancang sejak awal:
| Area | Yang Perlu Didesain |
|---|---|
| Backup policy | Jadwal backup, retensi, lokasi storage |
| Security policy | Antivirus, antimalware, anti-ransomware |
| DLP policy | Jenis data sensitif dan aturan enforcement |
| GenAI policy | Aplikasi AI yang boleh digunakan dan data yang diblokir |
| RMM policy | Patch schedule, remote access, monitoring |
| Email security | Anti-phishing, anti-spam, impersonation protection |
| Disaster recovery | RTO, RPO, prioritas sistem |
| Reporting | Dashboard dan laporan untuk manajemen |
Di sinilah peran system integrator seperti VISINIAGA menjadi penting. VISINIAGA dapat membantu perusahaan mulai dari assessment kebutuhan, desain solusi, implementasi, konfigurasi policy, integrasi dengan infrastruktur yang sudah ada, hingga support operasional.
Acronis Cyber Protection adalah solusi yang relevan untuk perusahaan modern karena menggabungkan backup, cybersecurity, RMM, DLP, email security, disaster recovery, dan GenAI Protection dalam satu platform terpadu.
Fitur GenAI Protection menjadi nilai tambah penting karena penggunaan AI generatif di lingkungan kerja semakin sulit dihindari. Perusahaan tidak bisa hanya melarang AI, tetapi perlu mengelola penggunaannya secara aman. Dengan visibility, DLP, dan prompt protection, perusahaan dapat tetap memanfaatkan AI tanpa mengorbankan keamanan data.
Untuk bisnis yang ingin meningkatkan keamanan endpoint, melindungi data, mengurangi risiko ransomware, mengontrol penggunaan AI, dan memastikan sistem tetap bisa pulih saat terjadi insiden, Acronis dapat menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan.
Ingin tahu lebih lanjut tentang solusi server, keamanan jaringan, cloud, produktivitas, atau infrastruktur IT untuk bisnis Anda?
Hubungi VISINIAGA:
📩 Email: [email protected]
📲 WhatsApp Chat: 0811-3155-770 (Chat Only) – Click to chat here
🌐 Website: www.visiniaga.com